I Love Him

Senin, 13 April 2015

Sarana dan Prasarana FEBI Walisongo



Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islamini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung penyelenggaraan kuliah, praktikum maupun penelitian. Fasilitas ini meliputi:
Lembaga Penunjang Tri-Darma Perguruan Tinggi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam saat ini memiliki beberapa lembaga yang mendukung pelaksanaan Tri-Darma perguruan Tinggi sebagai berikut:
  1. Lembaga Penerbitan (Jurnal Economica)
  2. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (LP2EI)
  3. Lembaga Riset Ekonomi Islam (L-REIS)
  4. Lembaga Pengembangan Karier dan Kewirausahaan
  5. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZIS)
Ruang kuliah                                         
IAIN Walisongo memiliki 3 lokasi kampus dengan luas total mencapai 192.562 M2. Dalam 3 lokasi tersebut terdapat 15 gedung kuliah yang masing-masing terdiri lebih dari 20 ruang kelas. Fasilitas ruang kuliah, selain perlengkapan standar, juga dilengkapi dengan OHP, Komputer, dan LCD Projector. Semua ruang kuliah telah memenuhi standar pendidikan nasional.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menempati lokasi Kampus III IAIN Walisongo. Ruang kuliah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Walisongo terdiri atas gedung H dan L ( 12 ruang kelas). Semua gedung  disetting sebagai smart class, yang menggunakan LCD sebagai sarana pembelajaran. Fakultas menyadari bahwa ketersediaan gedung menjadi salah satu kunci utama dalam upaya menyelengarakan pendidikan tinggi yang berkualitas, sehingga terus diupayakan penambahan gedung perkuliahan.
Perpustakaan
IAIN Walisongo memiliki Gedung Perpustakaan Pusatyang luasnya 9.000 m2 dan hingga tahun 2009 telah mempunyai koleksi lebih dari 20.102 judul buku referensi dengan 70.525 eksemplar. Jumlah itu belum termasuk jurnal, mikrochife, majalah, jurnal, surat kabar, disertasi, tesis, dan skripsi. Perpustakaan juga dilengkapi dengan 54 unit kumputer dan jaringan LAN di dua gedung yang masing-masing berlantai dua seluas 2.200 M2. Operasinalisasi perpustakaan didukung oleh seorang kepala dan 17 staf, 5 diantaranya adalah tenaga pustakawan. Disamping itu, setiap fakultas juga memiliki perpustakaannya sendiri dengan koleksi yang lebih fokus pada bidang ilmu masing-masing. Sampai saat ini terus diusahakan penyempurnaan terhadap pemenuhan kebutuhan buku-buku di perpustakaan melalui dana Pengembangan Kampus IAIN ke UIN bantuan dari IDB.
Laboratorium
Untuk menunjang proses pembelajaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Walisongo  saat ini memiliki sejumlah laboratorium sebagai berikut:
No
Laboratorium
Pengembangan
1.
Laboratorium Mini Bank Syari’ah
  • Bekerja sama dengan Bank-Bank Syari’ah & BMT untuk mengadakan pelatihan/ training bagi mahasiswa serta alumni dalam rangka menjadi bankir Syari’ah yang professional.
  • Menjadi klinik mahasiswa dalam praktek perbankan syari’ah.
2.
Laboratorium Komputer & Akuntansi
  • Bekerja sama dengan lembaga kursus, untuk mengadakan pelatihan/ training bagi civitas akademika Fakultas Syari’ah dan pihak lain dalam bidang keahlian komputer, misalnya: aplikasi office, akuntansi, SPSS, MYOB, statistik, dll.
  • Menjadi Warnet “terbatas”
3.
Laboratorium Pasar Modal / Galeri Investasi
  • Bekerja sama dengan BNI sekuritas, LP3M dan lembaga lainnya yan terkait, untuk mengadakan pelatihan/ training bagi civitas akademika Fakultas Syari’ah dan pihak lain dalam bidang keahlian pasar modal.
  • Memberikan pelayanan konsultasi;
Jejaring Kelembagaan
Jejaring kelembagaan ini dimaksudkan untuk menunjang proses pembelajaran dan menambah kompetensi mahasiswa, baik secara teoritis dan praktis. Beberapa lembaga tersebut antara lain Bank Indonesia, BNI Syari’ah, BNI Sekuritas, Bank Syari’ah Mandiri (BSM), Bapepam LK, Bursa Efek Indonesia, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pasar Modal (LP3M),
Disamping MoU antara Fakultas dengan pihak lain, MoU juga dilakukan di tingkat institut (rektorat). MoU ini dilakukan untuk menanungi kepentingan-kepentingan semua fakultas di lingkungan IAIN Walisongo. Dalam hal ini IAIN Walisongo telah melakukan kerjasama dan MoU dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri, serta instansi terkait. Kerjasama dan MoU dengan lembaga dalam negeri, antara lain :
  • Bank Indonesia Jawa Tengah, dalam bidang beasiswa, seminar, perpustakaan, dan KKL;
  • Lembaga Bank dan Non-Bank di sekitar Jawa Tengah, dalam bidang PKL/ Magang Prodi D3-PBS;
  • Lembaga Perbankan, antara lain BNI Syari’ah, BNI Sekuritas, BSM dalam pengembangan akademik (training, kuliah, seminar dan penelitian).
  • Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (kini beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)), Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam bidang penelitian, pertukaran informasi dan data ilmiah serta peningkatan kualitas pengkajian di bidang pasar modal syari’ah dan lembaga keuangan syari’ah non-bank, serta aktifitas Pojok Bursa Kampus Fakultas Syari’ah;
  • Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LP3M) “INVESTA”, dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pasar modal;
  •  Perusahaan Securitas, dalam bidang pelatihan dan penanaman saham serta KKL.
Fasilitas Pendukung
Di IAIN Walisongo Semarang terdapat beberapa sarana/fasilitas yang dapat dipergunakan untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Sarana dan fasilitas ini dikelola oleh Unit-unit di lingkungan IAIN Walisongo Semarang. Beberapa contoh yang dapat disebutkan disini misalnya: Ma’had,PUSKOM (Pusat Komputer), SAC (Student Advisory Council), Sport Centre (Fasilitas Olah Raga dan Seni). Selain di PUSKOM disetiap Jurusan juga terdapat laboratorium komputasi yang dikelola oleh Jurusan yang dapat digunakan untuk kepentingan mahasiswa. Di Gedung Fakultas yang sedang dibangun akan tersedia jaringan akses ke internet dengan fibre optic dalam kampus UIN yang didesentralisasikan ke berbagai jurusan.
Ma’had
Ma ‘had terdiri dari 5 gedung  berlantai 4 (empat) yang diperuntukkan mahasiswa Tahun Pertama. Daya tampung Ma’had saat ini adalah 1500 mahasiswa. Saat ini sedang dibangun pengembangan Ma’had yang akan dapat menampung 2000 mahasiswa baru, sehingga nantinya secara keseluruhan akan dapat menampung 3500 mahasiswa baru.
Masjid
IAIN Walisongo memiliki 3 Masjid di tiga lokasi kampus, yakni Masjid di Kampus I seluas 225 M2, Masjid di Kampus II seluas 1.232 M2, dan Masjid di Kampus IIIseluas 289M2. Semua masjid itu bisa menampung lebih dari 3500 jama’ah.
Poliklinik Umum dan Gigi IAIN Walisongo Semarang
Poliklinik ini melayani mahasiswa, karyawan dan dosen, buka setiap hari. Poliklinik IAIN Walisongo memiliki dokter umum, dokter gigi dan psikiater. Merupakan wujud pelayanan UIN kepada Civitas Academika.
Fasilitas Olah Raga
Fasilitas olah raga yang ada di UIN terdiri dari: lapangan tenis, lapangan volley, lapangan sepak bola dan Sport Centre yang merupakan gedung serba guna indoor, untuk berbagai kegiatan olah raga dan seni dengan luas lebih kurang 3.500 m2. Sport center merupakan gedung 3 lapis, yang memiliki balkon dan tribune. Gedung ini memiliki daya tampung sekitar 5000 orang yang dilengkapi dengan berbagai ruang pada landai satu.
Auditorium
Auditorium IAIN Walisongo cukup luas terdapat di kampus I  dan Kampus III. Auditorium ini dipakai untuk menunjang kegiatan-kegiatan baik akademik maupun lainnya, misalnya untuk seminar, konferensi, wisuda, dan lain-lain.
Bisnis Centre
Bisnis Centre merupakan unit usaha koperasi yang siap melayani kebutuhan anggota, mahasiswa dan masyarakat sekitar. Bisnis Centre juga dilengkapi dengan Bank dan Kantin. Kantin yang dilengkapi dengan beberapa fasilitas kemudahan bagi mahasiswa, menyediakan menu masakan dengan harga yang terjangkau.
Hotspot Area
Informasi dan teknologi merupakan sarana pembelajaran yang cepat, efektif dan efesien, sehingga internet menjadi kebutuhan vital bagi mahasiswa dan dosen. Di lingkungan fakultas tersedia jaringan hotspot area yang free di beberapa titik, seperti di sekitar gedung Laboratorium, gedung perkuliahan, ruang dosen dan gedung perpustakaan Institut.
                        
Sejalan dengan itu semua, pada tahun 2013 juga terialisasi program IDB yang perencanaannya akan membangun sarana dan prasarana UIN sudah termasuk satu maket lengkap Fakultas dan di dalamnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebagai realisasi program Islamic Development Bank (IDB).

Sabtu, 11 April 2015

Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas



UKMF adalah unit kegiatan mahasiswa ditingkat fakultas yang secara spesifik mengembangkan kompetensi mahasiswa dibidang : kepemimpinan, penalaran, bakar dan minat, peningkatan kesejahteraan dan atau pengabdian masyarakat.
Tugas-tugas pokok :
  • Menyusun program kerja yang sesuai dengan bidangnya
  • Mengusulkan program kerja yang diketahui BEMF kepada Dekan untuk mendapatkan pengesahan.
  • Melaksanakan program kerja yang telah disahkan Dekan.
  • Mempertanggungjawabkan pelaksanaan program kerja kepada Dekan melalui BEMF.
UKMF dipimpin oleh seorang ketua yang berhak menyusun kepengurusan tersendiri sesuai dengan kebutuhan.
Susunan pengurus UKMF diketahui oleh BEMF dan disahkan oleh Dekan.
Pembentukan UKMF baru, hanya dapat dilakukan dengan ijin dari Dekan.
UKMF yang dipandang tidak produktif dapat dibubuarkan oleh Dekan.
Pemilihan ketua dan reorganisasi kepengurusan UKMF dilakukan secara internal dengan ketentuan dan tataacara yang disepakati oleh anggota tiap-tiap lembaga yang bersangkutan.

Himpunan Mahasiswa Jurusan



HMJ adalah badan pelaksana program kemahasiswaan ditingkat juran sesuai dengan kompetensi keilmuan jurusan yang bersangkutan den secra koordinatif berada dibawah BEMF.
Kepengurusan HMJ terdiri dari seorang ketua, wakil ketua,  seorang wakil ketua, seorang sekretaris, wakil sekretaris, seorang bendahara, departemen-departemen dan atau bidang sesuai kebutuuhan.
Seluruh pengurus HMJ tidak boleh merangkap jabatan menjadi anggota SMI, SMF dan pengurus DEMA.
Ketua HMJ dipilih secara langsung melalui PEMILWA
Tugas-tugas pokok :                                             
  • Menyusun program kerja dan mengusulkan kepada SMF untuk mendapatkan pengesahan.
  • Melaksanakan program kerja yang telah disahkan.
  • Mempertanggungkawabkan pelaksanaan programkerja kepada Dekan melalui SMF.
  • Mengkoordinasikan program studi (bagi jurusan yang memiliki program studi yang dapat membantu kinerja HMJ)
Susunan pengurus HMJ disahkan dan dilantik oleh Dekan atas usulan KPM

Makalah Isim Isyarah



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Belajar bukan hanya menghafal dan bukan pula mengingat, tetapi belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri siswa. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuanya, sikap dan tingkah laku ketrampilan, kecakapanya, kemampuannya, daya reaksinya dan daya penerimaanya. Jadi belajar adalah suatu proses yang aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada pada siswa. Belajar merupakan suatu proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui situasi yang ada pada siswa.
Islam adalah dinullah yang diwahyukan kepada semua rosul-rosulnya, sejak Nabi Adam Allaihisalam sampai Nabi Muhamad saw, islam agama yang di wahyukan kepada Rosul Muhamad sebagai Khatamul Ambiyak Wal Mursalin, adalah agama terakhir, yang menjadi agama paling sepurna di antaranya. Di dalamnya sarat dengan aturan aturan, serta pedoan pedoman yang d hidup akan dijadikan norma dalam hidup dan kehidupan manusia,dari persoalan yang kecil maupun besar sekalipun, baik teknik-tekniknya maupun pelaksanaannya, sehingga hidup akan damai, tertib, sejahtera, saling menyayanggi satu dengan yang lainya.

B.       Rumusan Masalah
    Apa pengertian Isim Isyarah?
    Apa saja macam-macam Isim Isyarah?                                                       


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Isim Isyarah
اسم الإشارة : ما يدل على معين بواسطة اشارة خسية با اليد ونحوها
Isim Isyarah adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang tertentu baik secara nyata dengan tangan atau yang lain apabila yang ditunjukkan itu berada dihadapan orang yang menunjuk. Atau penunjukkan itu secara tidak nyata ( maknawi ) apabila yang ditunjuk itu memang tidak nyata atau sesuatu yang ditunjuk itu tidak berada dihadapan orang yang menunjuk.
B.      Macam-macam Isim Isyarah
Pada dasarnya ada dua macam kata tunjuk :
1.      Isim Isyarah atau kata tunjuk untuk yang dekat هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat : (ini sebuah buku هَذَا كِتَابٌ (
2.      Isim Isyarah atau kata tunjuk untuk yang jauh (=itu ذَلِكَ (
Contoh dalam kalimat : (itu sebuah buku) ذَلِكَ كِتَابٌ
Bila isim isyarah itu menunjuk kepada isim muannats maka :
1)       هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah)
2)      ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah)
            Adapun bila isim yang ditunjuk itu mutsanna (dua), maka :
1). هَذَا Menjadi هَذَانِ contoh : هَذَانِ كِتَابَان (ini dua buah buku)
2). هَذِهِ Menjadi هَتَانِ contoh : هَتَانِ مَجَلَّتَانِ (ini dua buah majalah)
3). ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ (= itu dua buah buku)          
4). تِلْكَ  menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ (= itu dua buah majalah)
Sedangkan bila isim yang ditunjuk itu adalah jamak (lebih dari dua) :
1) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah tidak berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan: هَذِهِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat dan تِلْكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat :  هَذِهِ كُتُبٌ (ini buku-buku)
2  Bila Isim yang ditunjuk itu adalah berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan: هَؤُلاَءِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat dan أُولَئِكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat : هَؤُلاَءِ طُلاَّبٌ (ini siswa-siswa)
Isim isyarat lafalأولاء   (dengan alif mamdudah) boleh dibaca أولي(dengan alif maqshurah) dan yang pertama lebih fasih dari pada yang kedua. Lafal أولي dapat berlaku untuk menunjuk kepada yang berakal dan yang tidak berakal, seperti :
 Firman Allah :
أولئك علي هدي من ربهم وأولئك هم المفلحون                                                   

Artinya : Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al Baqarah :5)
Akan tetapi yang banyak berlaku untuk yang berakal adalah تلك dan untuk yang tidak berakal adalah أولاء , seperti firman Allah :                                    

وتلك الأيام نداولها بين الناس                                                                                              

Artinya : Dan masa (kejadian) dan kehancuran itu, kami pergilrkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)... “ (Ali Imran : 140).
Nun ( نون ) yang berada pada isim isyarat  ذَانِdan تَانِ yang marfu’ dan ذين  dan تين yang manshub atau majrur di tasydid, seperti :  ذَانdan juga seperti dalam sebuah qira’ah (bacaan) :
 إحدي ابنتي هاتين.. .= (Salah seorang dari dua anak perempuan itu).
فَذانك برهانَانِ.. . = ( Maka itu dua buah buku).

Dari beberapa isim isyarat, ada yang menunjukkan suatu tempat, seperti :
-  هنا, untuk menunjukkan tempat yang dekat
هناك, untuk menunjukkan tempat yang sedang
هنالك, untuk menujukkan tempat yang jauh
ثم, untuk menunjukkan tempat yang jauh
Adapun beberapa isim isyarah yang didahului ها tanbih (peringatan), seperti :

هؤلاء    هاتان  هذه  هذا     
Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita harus mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau kata sambung terlebih dahulu.
BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
1.      Isim isyarah ialah isim yang menunjukan sesuatu yang tertentu baik secara nyata dengan tangan atau dengan yang lain apabila yang ditunjukan itu berada dihadapan orang yang menunjuk. Atau penunjukan itu secara tidak nyata ( maknawi ) apabila yang ditunjuk itu memang  tidak nyata atau sesuatu yang ditunjuk itu tidak berada dihadapan orang yang menunjuk
2.      Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:
a.      Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat
b.      Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh





DAFTAR PUSTAKA
Syaikh Al Ghulayaini Mustafa, Terjemahan Jaami’ud Duruusil ‘Arabiyyah Jilid 1. (Semarang : CV. Asy Syifa’ 1992).
M. Kamil Ramma Oensyar, Uria Hasnan Sidik,   At taysiiru fie Fahmi Al Lughatu Al Arabiyyah , (Banjarmasin: Pusat Bahasa IAIN Antasari, 2010)
Muhammad Syukri Unus, Risalah is’aafut Thaalibin fie Ilmi
Sumber Artikel : http://mahasiswa-tarbiyah.blogspot.com/2013/09/makalah-bahasa-arab-isim-isyarat.html#ixzz3TMcjH3Yc